Buka jam 08.00 s/d jam 16.00 , selebihnya langsung Hubungi 0813.7326.8991
Beranda » Artikel Terbaru » Cara Menanam Kentang

Cara Menanam Kentang

Diposting pada 21 Maret 2017 oleh Eros Nasa


Budidaya Kentang (Solanum tuberosum L)

wawancara petani nasa bapak adhe dengan team TS PT NASA bapak agus budistyono

kentang adalah tanaman yang dibudidayakan dengan kebutuhan air atau membutuhkan curah hujan rata-rata 1500mm/tahun. Juga kentang adalah tanaman yang membutuhkan sinar atahari 9-10 jam  dengan suhu optimal 18-21 derajat celcius. Serta dengan ketinggian antara 1.000 – 3.000 m dpl dengan kelembaban 80-90%Karena merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga kentang menjadi komoditi penting PT.NATURAL NUSANTARA berupaya meningkatkan produksi kentang nasional secara kuantitas, kualitas dan tetap berdasarkan kelestarian lingkungan (Aspek 3K).

Media Tanam menjadi syarat penting untuk tumbuh kembangnya kentang

Tentu Struktur tanah yang remah, dan gembur serta banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam dan pH antara 5,8-7,0. Merupak media tanam yang sangat ideal.
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
pertama yang harus disiapkan adalah Pembibitan

  1. Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.
  2. Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).

Dan yang kedua adalah Pengolahan Media Tanam
Lahan dibajak sedalam 30-40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.

Natural Glio  100 – 200 gram atau 1 – 2 box yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama 1 minggu, dengan perbandingan 100 gram:50kg  ditebarkan secara  merata pada bedengan  untuk luasan 1000 m2).

Persiapan media tanam  selesai selanjutnya adalah Teknik Penanaman

Pemupukan Dasar

  1. Pupuk anorganik atau pupuk kimia  berupa urea (200 kg/ha), TSP/SP 36 (200 kg/ha), dan KCl (75 kg/ha).
  2. Taburkan pupuk super nasa granul secara merata di atas bedengan, dosis 10 kg untuk luasan 1000 m².
  3. Atau bisa dengan  menggunakan SUPER NASA dengan cara : A) Alternatif 1 : 2 botol Super Nasa  sebanyak 500 gram diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan. B) Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.
  4. Penyiram SUPER NASA atau super nasa Granul dilakukan sebelum pemberian pupuk kandang.
  5. Berikan pupuk kandang 5-6 ton/ha (dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam) satu minggu sebelum tanam, sebaiknya sudah dikembangkan Natural Glio didalam pupuk kandangnya.

Pemupukan dasar untuk budidaya kentang sudah siap dilaksanakan langkah selanjutnya adalah Cara Penanaman kentang
Jarak tanaman tergantung varietas, 80 cm x 40 cm atau 70 x 30 cm dengan kebutuhan bibit + 1.300-1.700 kg/ha (bobot umbi 30-45 gr). Waktu tanam diakhir musim hujan

Pemeliharaan Tanaman

  • Penyulaman
    Penyulaman adalah proses mengganti tanaman yang tidak tumbuh/tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.
  • Penyiangan
    Penyiangan adalah proses yang pekerjaan yang dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan media tanam kentang
  • Pemangkasan Bunga
    kenapa dilakukan pemangkasan Bunga ? sebab Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, dan terjadinya perebutan unsur hara.
  • Pemupukan Susulan
    • Pupuk Makro atau pupuk kimia
      Urea/ZA: 21 hari setelah tanam (hst) 300 kg/ha dan 45 hst 150 kg/ha.
      SP-36: 21 hst 250 kg/ha.
      KCl: 21 hst 150 kg/ha dan 45 hst 75 kg/ha.
      Pupuk makro diberikan jarak 10 cm dari batang tanaman.
    • POC NASA: mulai umur 1 minggu s/d 10 atau 11 minggu.
    • power nutrition dosis 3-6 kg per hektar dengan cara dicampur terlebih dulu secara merata dengan pupuk makro

daun yang hijau dan seger efek dari penggunaan super nasa dan penyemprotan poc nasa + hormonik

Alternatif I : 8-10 kali (interval 1 minggu sekali dengan dosis 4 tutup/tangki atau 1 botol (500 cc)/ drum 200 lt air.
Alternatif II : 5 – 6 kali (interval 2 mingu sekali dengan dosis 6 tutup/tangki atau 1,5 botol (750 cc)/ drum 200 lt air.
c. HORMONIK : penyemprotan POC NASA akan lebih optimal jika dicampur HORMONIK (dosis 1-2 tutup/tangki atau + 2-3 botol/drum 200 liter air).

 

  • Pengairan
    Pengairan 7 hari sekali secara rutin dengan di gembor, Power Sprayer atau dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit).

HAMA DAN PENYAKIT yang ada dalam budidaya kentang adalah sebagai berikut :
1. Hama

Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) penyemprotan PESTONA dan sanitasi lingkungan.

Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus. Pengendalian: memotong dan membakar daun yang terinfeksi, serta penyemprotan Pestona atau BVR ATAU NATURAL PENTANA

Orong-orong (Gryllotalpa Sp)
Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: Pengocoran Pestona. DAN SEMPROTKAN NATURAL CORRIN

Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: daun berwarna merah tua dan terlihat jalinan seperti benang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, terlihat lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian : PENGOCORAN PESTONA

Hama trip ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, berubah menjadi abu-abu perak dan mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda. Pengendalian: (1) memangkas bagian daun yang terserang; (2) mengunakan Pestona atau BVR. ATAU NATURAL PENTANA

  1. Penyakit
    Penyakit busuk daun
    Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah hingga warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium dan daun membusuk/mati. Pengendalian: sanitasi kebun. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam. DAN SEMPROTKAN NATURAL CORRIN

Penyakit busuk umbi
Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam DAN NATURAL CORRIN

Penyakit fusarium
Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit bercak kering (Early Blight)
Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang di daerah kering. Gejala: daun berbercak kecil tersebar tidak teratur, warna coklat tua, meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: pergiliran tanaman. Pencegahan : Natural Glio sebelum/awal tanam

Penyakit karena virus
Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, mengendalikan vektor dengan Pestona atau BVR dan melakukan pergiliran tanaman.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata DAN PEMBASAH  AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. 


PANEN kentang
Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen jika daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan (agak mengering) dan kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari. SELAMAT MENIKMATI DENGAN HASIL YANG MELIMPAH BERSAMA PUPUK SUPER NASA

pengecekkan kentang dalam perkembangan sebelum panen setealah menggunakan pupuk nasa

Info dan cara order pupuk nasa

  1. Hubungi dikontak kami sms|call|watshap|Telegram  : 0813 7326 8991 , mengenai info produk yang akan diorder dan alamat jelas beserta kode pos
  2. Setelah kami terima kami akan memberikan rincian harga dan ongkir (ongkos kirim)jika memang di perlukan.

Pembayaran bisa cash di kantor pemasaran kami | Stockist Nasa Bungo  di Jln Mandiri RT 18 RW 03 Kelurahan Sungai Pinang Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo Provinsi Jambi

Distributor Pupuk Cair Nasa siap melayani konsultasi juga untuk andabaik permasalahan Nutrisi  tanaman Hidroponik yang baik dan aman, juga budidaya pertanian organik lainnya.

bila berada di wilayah HANTARAN KAMI  bisa COD dan untuk transfer bank bila diluar WILAYAH KAMI

KAMI MEMBUTUHKAN AGEN BARU untuk produk NASA DISELURUH WILAYAH INDONESIA

pencarian dari google:

Bagikan informasi tentang Cara Menanam Kentang kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Menanam Kentang | grosir pupuk organik

Belum ada komentar untuk Cara Menanam Kentang

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Temukan Kami

Visitors




Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan