Buka jam 08.00 s/d jam 16.00 , selebihnya langsung Hubungi 0813.7326.8991
Beranda » Artikel Terbaru » penggunaan pupuk Organik NASA untuk perbaikan LAHAN KRITIS

penggunaan pupuk Organik NASA untuk perbaikan LAHAN KRITIS

Diposting pada 18 Mei 2017 oleh Eros Nasa

super nasa pengganti pupuk organik konvensional ,super nasa 1 kg setara denga 2 ton pupuk kandang

Pesatnya perkembangan wilayah dan kemajuan di bidang ekonomi dan pembangunan, dan sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan terjadinya berbagai perubahan pada lingkungan. Intensifikasi dan ekstensifikasi di areal pertanian telah menyebabkan meluasnya kerusakan lahan, terutama pada lahan kering di wilayah tropi. Luas lahan kritis setiap tahun bertambah, disamping itu karena penggunaan pupuk anorganik tanpa diimbangi oleh penggunaan pupuk organik, banyak lahan pertanian telah kekurangan karbon organik. Konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian atau extensifikasi menyebabkan terjadinya perombakan pada bahan humat di lapisan atas tanah, dan kehilangan unsur inorganik. Hal itu banyak ditemui di wilayah Asia dan Afrika [3]

Untuk kelansungan pembangunan di masa depan dibutuhkan efisiensi penggunaan pupuk, guna memaksimalkan hasil pertanian dan mengurangi resiko kerusakan lingkungan karena hilangnya hara melalui air perkolasi atau menguap ke udara.

Kesuburan tanah pertanian sangat ditentukan oleh jumlah bahan organik, justru itu dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan fokus utamanya adalah menjaga kadar bahan organik dalam tanah, dan sedapat mungkin berusaha untuk meningkatkan jumlahnya. Jumlah minimum bahan organik dalam penilaian kelas kesesuaian lahan adalah 2% [11]

Di lingkungan perkotaan, penggunaan air berkorelasi positif dengan jumlah penduduk dan jenis aktifitas yang ada di kota. Jumlah pemakaian air juga berkorelasi positif dengan jumlah limbah, jika seandainya kota tersebut di lengkapi dengan fasilitas pengolah limbah. Baik limbah di perkotaan ataupun limbah di areal pedesaan dapat dimamfaatkan untuk pertanian setelah dilakukan proses pengomposan atau proses humifikasi.[8]

 

Bahan organik dan bahan humat

Bahan organik tanah merupakan istilah khusus yang digunakan untuk bahan yang tidak hidup, memiliki campuran yang beragam sebagai hasil dari transformasi dan perombakan yang dilakukan oleh mikroorganisme terhadap jaringan organic. Proses transformasi dari sisa bahan organik tersebut dikenal dengan isitilah proses humifikasi yang akan menghasilkan humus dan bahan bahan yang tahan terhadap perombakan oleh mikroorganisme. Humus merupakan campuran bermacam senyawa organik tapi hanya ada dua type yang mendominasi yaitu humic acid dan polysacharida. Humic acid dapat larut dalam kondisi alkali dan diendapkan dengan penambahan asam kuat. Bahan humat yang dapat larut dalam air adalah Asam Fulfat. Humik substans memiliki daya tahan yang tinggi terhadap biodegradasi dalam tanah, karena itu sangat penting dalam pengelolaan tanah, bila Humik substans dalam tanah kosong, maka agregat mudah terdispersi dan tanah rawan terhadap bahaya erosi [10]

Secara universal proses awal humifikasi terjadi di horizon Ao atau di permukaan tanah, dan semua proses lanjutan terjadi dalam profil tanah. Kumada menemukan type asam humat yang berbeda anatara yang ada di permukaan dan yang ada di bagian dalam. Proses perobahan kadar air dan derjat panas tersebut yang di gunakan sebagai dasar technology proses humifikasi bahan limbah.. Asam humat di klasifikasi ke dalam type Rp, P, B dan type A, pengolongan itu didasarkan kepada derjat humifikasi (RF) dan selisih logarithma kerapatan optic pada panjang gelombang 400 dan 600 nm [6].Bagan klasifikasi Asam Humat dapat dilihat pada gambar 1. Berdasarkan nilai derjat humifikasi dan delta log dilakukan pendekatan lepasnya unsur hara dari bahan humat

Penambahan bahan organik ke dalam tanah selain ditujukan untuk memperbaiki sifat fisika dan biologi tanah juga dimaksudkan untuk memberikan tambahan unsur hara kedalam tanah, terutama unsur nitrogen, kemampuan untuk melepaskan unsur hara tergantung dari ratio nilai C dan N, semakin rendah nilai C/N maka akan semakin mudah untuk melepaskan hara. Bahan humik yang diketahui derjat proses humifikasinya dapat melepaskan unsur tergantung ke pada type asam humat, prediksi lepasnya unsur hara terutama nitrogen dapat dilihat pada gambar 2. dibawah ini.

Dari gambar 2. terlihat bahwa pupuk buatan akan melepaskan nitrogen dalam waktu 6 bulan, kompos antara satu dan dua tahun, bahan humic type Rp membutuhkan waktu 4 tahun, dan bahan humik type B membutuhkan waktu sekitar 10 tahun, sedangkan type A sulit untuk melepaskan unsur nitrogen khususnya di wilayah temperate.

 

Kemungkinan penggunaan bahan humat

Kerusakan lahan pertanian di wilayah tropik, telah banyak dilaporkan oleh para peneliti, seprti (1,2,7), sedangkan untuk skop regional juga banyak dilaporkan seperti, kerusakan tanah umumnya terlihat terutama pada penurunan karbon organik, nilai dan pH (4,9). Keadaan beberapa tanah pertanian diwilayah Asia dan Afrika dapat dilihat pada table 1. data tanah wilayah Afrika di kemukakan, karena di wilayah inland valley telah dilakukan percobaan lapangan dalam penggunaan bahan humat. Data tanah sekitar danau Singkarak, Sumatra Barat adalah data dari areal yang dikenal dengan lahan kritis. Data tersebut menunjukkan bahwa lahan yang ditanami dengan ubi kayu memilki nilai karbon organic yang sangat rendah, lebih redah dari nilai kadar karbon organic wilayah Afrika ..

Dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan usaha pemupukan dimaksudkan untuk membuat keseimbangan antara unsur yang terbawa panen dengan unsur yang akan ditambahkan, nilai tersebut di sajikan dalam table2.

Untuk mendapatkan tambahan bahan organik tanah sebanyak 2% pada tanah dengan BV 1.23gr/cc dibutuhkan 100 x100x 0.3 x1.23 x 0.02 atau sebanyak 74 ton bahan organik bila diberikan kompost yang memiliki daya melapuk sebanyak 95%, maka total bahan kompost yang harus diberikan adalah 1480 ton, dengan pemberian hanya 20ton/ha setelah satu tahun pertama tidak ada perobahan yang berarti dalam kadar bahan organik tanah, atau butuh waktu 74 tahun

pupuk organik super nasa adalah pupuk organik pada dimana satu kilo gram setara dengan 2 ton unsur hara yang ada pada bahan organik atau pupuk kandang

Pemberian bahan humat dalam jumlah 10.000 kg /ha pada tahun pertama akan memsuplai N sebanyak 69kg, P2O5 63.5kg, K2O 38kg, CaO 24kg, dan MgO 6kg, sampai tahun ke empat bahan humat akan melepaskan unsure dalam jumlah yang relatif sama dengan tahun pertama dan mulai menurun pada tahun kelima, sampai tahun kelima bahan humat hanya melepaskan 50% dari kandungan Nitrogen, dan itu juga berarti bahan humat mensuplai Carbon kedalam tanah dalam jumlah yang lebih besar dari kompos, kompos pada tahun pertama akan melepaskan 95% nitrogen yang dikandungnya dengan pemberian bahan humat sebanyak 10ton pertahun maka hanya diperlukan waktu 8.5thn

Angka 100 x 100 x0.3 x 1.23 x ( 0.02-0.003) 63.8ton/ha, itu berarti untuk menjadikan tanah bekas ladang ubikayu memiliki bahan organic 2% diperlukan tambahan 63.8ton atau selama 65tahun dengan pemberian 20ton kompost, sedangkan dengan pemberian bahan humat 10 ton hanya membutuhkan 7.3tahun. bila diberikan dalam jumlah 20ton sama dengan pemberian kompost maka waktu restorasi menjadi 3.5 tahun.

Dengan pemberian 20 ton/ha sanggup mengganti kehilangan nitrogen yang terangkut oleh tanaman tebu, sedangkan tanaman jagung membutuhkan unsur yang lebih banyak, Ketela rambat dan Kool butuh unsur yang lebih banyak, dengan masa tanam yang lebih pendek, maka pemberian 20 ton permusim tanam akan sanggup mensuplai kebutuhan N untuk Kool, ketela rambat, dan jagung., tanaman tebu disamping kebutuhan akan nitrogen juga membutuhkan tambahan kalium.

Untuk mengganti hara yang hilang terbawa tanaman padi pada level pertanian rakyat yang menghasilkan gabah 4ton/ha, pemberian bahan humat sebanyak 10000kg cukup untuk memberikan pergantian kehilangan nitrogen dan phosphor, sedangkan kehilangan kalium dapat dicukupkan dengan pemberian air irigasi. Kecuali dengan target produksi 8 ton perha, pemberian bahan humat sebanyak 10 ton harus di barengi dengan pemberian pupuk anorganik, atau pemberian bahan humat 20 ton akan mensuplai semua kehilangan unsur yang terangkut tanaman

Percobaan yang dilakukan di Afrika menunjukkan bahwa penggunaan bahan humat sebanyak 10t/ha memberikan hasil lettuce 400% dibandingkan dengan pemberian pupuk NPK 375kg/ha. Bahan humik yang digunakan adalah hasil tehnology produk Kurita dengan pemanasan rendah antara 16-200oC dalam rentang waktu 16 jam. Dengan proses ini bahan limbah menjadi tidak berbau, bebas dari microbiology dan rendah akadar air, bahan tersebut berupa butiran seperti pupuk.

Penggunaan bahan humat untuk pertanian di wilayah Afrika bertujuan untuk memberikan bahan organik yang memadai pada tanah di wilayah itu, melalui pupuk organik yang biayanya murah dan ramah lingkungan, bila dibandingkan dengan pupuk inorganik yang membutuhkan bahan dasar gas alam.. Dengan mengambil data penduduk dari 6 kodya di Sumatra barat, yaitu Padang, Solok, Sawah Lunto, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Payakumbuh dengan total penduduk 1.017.270 jiwa dari jumlah itu 75% berada di Kodya Padang, bila diprediksi jumlah penduduk sebanyak itu akan menghasilkan 224.986 Mt/tahun.

Usaha untuk mendapatkan kondisi lingkungan perkotaan yang memadai membutuhkan sistim daur ulang limbah, Lumpur yang tertinggal dapat diproses secara humifikasi untuk digunakan memperbaiki lingkungan areal pertanian di sekitar danau Singkarak

pupuk cair POC NASA adalah pupuk organik modern dimana 1 liter setara dengan 1 ton pupuk kandan atau bahan organik

 

Kesimpulan

Usaha pendaur ulang air limbah rumah tangga, industri dan limbah pertanian merupakan suatu kebutuhan dalam pembangunan dan sebagai akibat dari semakin padatnya penduduk pada beberapa wilayah. Lumpur dari hasil pengolahan limbah, bila diproses akan menghasilkan bahan humat yang memiliki nilai tinggi pada perbaikan lahan pertanian yang telah banyak mengalami kerusakan. Dengan melakukan pengolahan limbah dan proses humifickasi bahan limbah, juga dapat menghemat sumber daya mineral berupa gas alam yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk nitrogen.

Oleh : Azwar Rasyidin

 

Daftar Pustaka

  1. Brady, NC.2001. The Nature And Properties of Soil.New York: Macmilan Publishing Company.
  2. Edward, A. dkk. (Editor).1990. Sustainable Agriculture System. Iowa: Soil and Water Conservation Society.
  3. Hirose, S., and Wakatsuki, Toshiyuki, 2002, Restoration of Inland Valley Ecosystems in West Africa
  4. ICMI Team. 1998.??aporan Akhir Penyelenggaraan Kerjasama Partisipasi ICMI dalam Rangka Pengkajian Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Kerinci.??Jakarta:.Direktorat Jendral Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan Departemen Kehutanan RI.
  5. Kawaguchi , K. dan Kyuma, K. 1977. Paddy Soil in Tropical Asia, Hawai: The University Press of Hawai
  6. Kumada, 1987. Chemistry of Soil Organic Matter, Japan Scientific Societies Press Tokyo, Elsevier Amsterdam-Oxford-New York-Tokyo
  7. Laflen,R. dkk, 1990. Conservation Tillage in Sustaiable Agriculture. Dalam C.A.Edward dkk. Editor. Sustainable Agriculture System. Iowa: Soil and Water Conservation Society.
  8. Matias Stelly ( editor), 1977. Soils for Management of Organic Wastes and Waste Waters. SSSA, ASA, CSSA, Madison, Wisconsin, USA.
  9. Rajo Imbang, I.N, Rasyidin, R,dan Neldi Armon, 1996. ??orak dan Sifat Tanah Berlahan Kritis??The Nature of Properties of Degraded Land). Padang:Laporan Tanah, no 1, 2, dan 4 ProLK, GTZ.
  10. Stevenson,J,1985, Geochemistry of Soils Humic Substance, dalam Aiken, GR. (editor) Humic Substances in Soil, Sediment, and Water, John Willey&Sons, New York, hal 13- 52.
  11. Sys,C dkk. Land Evaluation Part III. Crop Requirement. Brussels: General Administration for Development Coorporation.

Wisaksono,W. M. 1953: Ilmu Tubuh Tanah. Jilid III. Jakarta: Nordofkolff NV.

Bagikan informasi tentang penggunaan pupuk Organik NASA untuk perbaikan LAHAN KRITIS kepada teman atau kerabat Anda.

penggunaan pupuk Organik NASA untuk perbaikan LAHAN KRITIS | grosir pupuk organik

Belum ada komentar untuk penggunaan pupuk Organik NASA untuk perbaikan LAHAN KRITIS

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Temukan Kami

Visitors




Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan