Buka jam 08.00 s/d jam 16.00 , selebihnya langsung Hubungi 0813.7326.8991
Beranda » Artikel Terbaru » Penerapan Ilmu Kesuburan Tanaman Guna Optimalisasi Pelaksanaan Program Pemupukan di Perkebunan Kelapa Sawit.

Penerapan Ilmu Kesuburan Tanaman Guna Optimalisasi Pelaksanaan Program Pemupukan di Perkebunan Kelapa Sawit.

Diposting pada 10 Mei 2017 oleh Eros Nasa

pertumbuhan sawit kritis menjadi produktif sebab penggunaan produk nasa super granul dan power nutrition
posisi sawit sebelah kiri tanpa nasa dan kanan dengan pupuk nasa

Latar Belakang

Perkembangan Ilmu pengetahuan dari masa ke masa semakin pesat,dengan didukung oleh kemajuan tekhnologi informasi dewasa ini memberikan dampak yang positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan, demikian halnya juga dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang menitik beratkan pada pertanian khususnya atau agrokompleks secara umumnya. Namun jika kita pelajari lebih lanjut lagi ada perbedaan yang sangat mencolok antara bidang pertanian pangan, hortikultura dengan bidang perkebunan. Perkembangan ilmu pengetahuan yang  berkaitan dengan hortikultura dan bidang pertanian lebih maju dibandingkan perkembangan pengetahuan di bidang perkebunan. Hal ini dapat dibuktikan bahwa sangat minimnya penggunaan pupuk mikro dan minimnya pemberian  unsur hara essensial lainnya  di perkebunan, terutama di perkebunan kelapa sawit. Pemahaman yang kurang tepat tentang pemenuhan kebutuhan hara bagi tanaman menyebabkan adanya ketidakseimbangan penggunaan pupuk hara makro dibandingkan pupuk hara mikro. Program pemupukan di perkebunan kelapa sawit menunjukkan penggunaan pupuk mikro masih sangat minim bahkan masih dianggap tidak terlalu penting dibandingkan dengan penggunaan pupuk makro. Berdasarkan hal tersebut diatas tulisan ini bertujuan memberikan informasi serta pemahaman yang benar berdasarkan  ilmu kesuburan tanaman.

Definisi Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan tanaman adalah suatu proses perubahan yang sangat kompleks yang dipengaruhi faktor internal maupun faktor eksternal. Secara sederhana pertumbuhan tanaman dapat didefinisikan sebagai suatu proses vital  yang menyebabkan perubahan baik meliputi perubahan ukuran, bentuk, berat dan volume. Pertumbuhan tanaman setidaknya terdiri atas beberapa fase, diantaranya yaitu (1) Fase pembentukan sel, (2) Fase perpanjangan dan pembesaran sel, (3) Fase diferensial sel. Semua fase dan proses pertumbuhan tanaman dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor-faktor pertumbuhan.

Faktor-Faktor Pertumbuhan Tanaman

  1. Faktor genetis

Faktor genetis merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Sifat-sifat unggul maupun sifat sebaliknya  umumnya diturunkan dari generasi sebelumnya, namun sifat-sifat unggul akan terganggu atau tidak muncul jika ada faktor eksternal yang dominan sehingga mempengaruhi kondisi perkembangan tanaman, misalnya faktor ketersediaan air atau suhu ekstrim.

  1. Ketersediaan Unsur Hara

Ketersediaan unsur hara/ makanan yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Ketersediaan hara tidak hanya meliputi jumlah saja , namun juga meliputi komposisi unsur hara yang tersedia didalam tanah maupun unsur hara yang berasal dari luar yaitu berupa pemberian pupuk hara makro maupun mikro.

  1. Ketersediaan Air

Air merupakan syarat utama terjadinya  metabolisme pada kegiatan seluruh makhluk hidup, Ketidaktersediaan air akan direspon oleh tanaman dengan secara visual, yaitu warna daun akan menguning dan pada sebagian tanaman tahunan akan merespon dengan cara menggugurkan daun untuk bertahan hidup, proses pembentukkan daun, bunga, tunas maupun buah akan terganggu jika tanaman mengalami kekurangan air.

  1. Cahaya Matahari

Cahaya matahari memegang peranan yang vital untuk kelangsungan fisiologis tanaman, terutama fotosintesis, respirasi dan transpirasi tanaman. Keberlangsungan fotosintesis berkorelasi positif dengan keberadaan stomata. Jika intensitas cahaya meningkat, jumlah stomatapun cenderung meningkat, tetapi peningkatan tertsebut lebih dikarenakan semakin kecilnya ukuran sel-sel epidermis sehingga jarak antar stomata menjadi lebih dekat.

  1. Suhu Udara

Suhu udara merupakan faktor lingkungan yang cukup mempengaruhi fisiologis tanaman. Suhu udara akan mempengaruhi kandungan air pada tubuh tanaman. Secara umum kisaran suhu untuk dapat terjadinya proses pertumbuhan antara 40C hingga 450C dan suhu optimumnya antara 28 0C hingga 33 0C.

  1. Oksigen

Oksigen dibutuhkan untuk proses respirasi tanaman guna menghasilkan energi untuk proses pertumbuhan tanaman.

  1. Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan merupakan senyawa-senyawa dalam jumlah yang kecil yang turut mengatur proses pertumbuhan. Umumnya hormon pertumbuhan yang dikenal saat ini adalah Hormon Auxin, Hormon Giberelin dan Hormon Sitokinin. Hormon Auxin berfungsi mematahkan dormansi biji dan merangsang proses perkecambahan biji, dan juga merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya buanga dan buah. Hormon giberelin merangsang pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman terhindar dari kerdil, hormon giberelin juga memacu proses  perkecambahan biji, salah satu efek hormon giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease dan lipase, dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radicula (akar) yang akan mendobrak endosperm, kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan/ perkecambahan biji sehingga biji berkecambah.

Berdasarkan pengetahuan diatas semestinya dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyusun pelaksanaan program pemupukan di perkebunan kelapa sawit, namun sangat disayangkan pelaku utama yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit tidak memperhatikan hal tersebut, hal ini dapat diketahui dengan melihat sebagian besar program pemupukan lebih di dominasi hanya menitikberatkan pada penyediaan unsur hara makro saja, yang ternyata aplikasi pemupukan makro yang terus menerus dan berlebihan menyebabkan terjadinya  kerusakan lingkungan. Penggunaan pupuk organik sebagai penyeimbang dan sebagai salah satu solusi dalam meminimalkan terjadinya kerusakan lingkungan saat ini masih sangat minim digunakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit.

 

Bagikan informasi tentang Penerapan Ilmu Kesuburan Tanaman Guna Optimalisasi Pelaksanaan Program Pemupukan di Perkebunan Kelapa Sawit. kepada teman atau kerabat Anda.

Penerapan Ilmu Kesuburan Tanaman Guna Optimalisasi Pelaksanaan Program Pemupukan di Perkebunan Kelapa Sawit. | grosir pupuk organik

Belum ada komentar untuk Penerapan Ilmu Kesuburan Tanaman Guna Optimalisasi Pelaksanaan Program Pemupukan di Perkebunan Kelapa Sawit.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Temukan Kami

Visitors




Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan