Buka jam 08.00 s/d jam 16.00 , selebihnya langsung Hubungi 0813.7326.8991
Beranda » Artikel Terbaru » Memahami Bercak coklat dan daun ungu pada Bawang Merah

Memahami Bercak coklat dan daun ungu pada Bawang Merah

Diposting pada 27 April 2017 oleh Eros Nasa

jenis penyakit ini adalah penyakit yang ditakuti petani Bawang merah sebab penyakit ini cepat sekali menyerang dan menular kata bapakku yang sejak kecil sudah menanam Bawang merah di brebes kalau sudah ada trotol jika tidak bisa diatasi tiba – tiba pes-pes apalagi saat musim hujan…. habisss bawang daun dibuatnya dan sulit diobati jika sudah diambang batas.

Penyakit bercak ungu atau trotol  menyerang pada berbagai jenis bawang-bawangan , misal bawang daun, bawang merah, bawang putih dan bawang Bombay yang menyebabkan daun layu mengering dan matinya daun-daun bawang. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Alternaria porri (Ell.) Cif.   

Gejala serangan : terjadinya bercak kecil, melekuk, berwarna putih sampai kelabu. Jika membesar, bercak tampak bercincin, dan warnanya agak keunguan. Tepinya agak kemerahan atau keunguan dan dikelilingi oleh zone berwarna kuning, yang dapat meluas agak jauh di atas atau dibawah bercak. Pada cuaca lembab permukaan bercak berwarna coklat sampai hitam. Ujung daun yang sakit mengering, bercak lebih banyak pada daun tua. Bisa menginfeksi sampai umbi lapis yang mengalami pembusukan mulai leher, dan mudah dikenali dari warnanya kuning sampai merah kecoklatan.  

Daur Penyakit : pathogen bertahan dari musim ke musim pada sisa-sisa tanaman sebagai konidium. Konidium disebarkan oleh angin pada malam hari dan infeksi terjadi melalui mulut kulit dan melalui luka-luka.

Faktor yang mempengaruhi penyakit : tanaman tidak dipupuk secara berimbang, penyiraman kurang dan musim kemarau riskan dengan gangguan penyakit. Pemupukan dengan urea pada musim hujan akan meningkatkan serangan penyakit.  

Pengendalian : drainase yang baik, rotasi tanaman, pemupukan berimbang misal penyemprotan POC NASA dan HORMONIK, NATURAL CORRIN sebagai pencegahan sebelum tanam pakai Natural GLIO, penyemprotan fungisida tembaga dan zineb dianjurkan jika populasi diatas ambang ekonomi dan lebih bagus ditambah perekat-perata-pembasah AERO 810 agar dapat membasahi daun bawang yang berlilin.

cara APLIKASI produk-produk NASA sebagai pengendalian Bercak Coklat pada Bawang merah

  1. Pestisida Hayati CORRIN adalah agens hayati alami berbasis bakteri antagonis (Corynebacterium) yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit – penyakit utama pada tanaman padi dan sayuran. Pestisida Organik CORRIN dapat mengendalikan penyakit hawar daun bakteri (HDB) atau penyakit kresek padi (disebabkan bakteri patogen Xanthomonas oryzae) , hawar daun jingga (Bacterial Red Stripe) (BRS), Blast (Pyricularia Oryzae) & bercak daun (Cercospora). Pertisida Hayati CORRIN dapat juga untuk penyakit – penyakit layu pada sayuran  (Fusarium), akar gada pada kobis (Plasmodiophora brassicae), dan layu pada pisang (Fusarium) dengan menyemprotkan pada daun secara merata pada sore Hari dengan dosis 2 gram per liter air. sebelumnya tangki semprot harus pastikan terlebih dahulu bersih dari pestisida kimia .
  2. Pestisida Hayati Natural GLIO merupakan produk pengendali hama & penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

    Pestisida Organik Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen. dengan cara 100 gram Natural GLIO atau 1 Kotak + 50 Kg pupuk kandang dicampur rata kemudian diamkan satu hingga dua minggu kemudian taburkan pada Bedengan yang sudah disiapkan untuk penanaman BAWANG MERAH.

  3. Pupuk Organik POC NASA diformulasikan khusus terutama untuk tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dosis penggunaan untuk tanaman Bawang merah 4 tutup atau 40 cc per tangki ditambahkan dengan Hormonik 1 tutup dan AERO 810 1/2 tutup semprotkan pada pagi Hari 5 hari atau seminggu sekali tergantung perkembangan kondisi tanaman

    Aplikasi POC NASA dan HORMONIK ditambahkan perekat perata AERO 810 untuk bawang merah

    perawatan Bawang MERAH dengan menyemprotkan produk – produk NASA

pencarian dari google:

Bagikan informasi tentang Memahami Bercak coklat dan daun ungu pada Bawang Merah kepada teman atau kerabat Anda.

Memahami Bercak coklat dan daun ungu pada Bawang Merah | grosir pupuk organik

Belum ada komentar untuk Memahami Bercak coklat dan daun ungu pada Bawang Merah

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Temukan Kami

Visitors




Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan