Buka jam 08.00 s/d jam 16.00 , selebihnya langsung Hubungi 0813.7326.8991
Beranda » Artikel Terbaru » indahnya Rutinitas di Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit

indahnya Rutinitas di Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit

Diposting pada 11 Mei 2017 oleh Eros Nasa

kegiatan distributor nasa di perkebunan kelapa sawit

Rutinitas dan Ragam Kehidupan di Perkebunan Kelapa Sawit

            Kehidupan rutinitas di perkebunan kelapa sawit sangatlah berbeda dengan rutinitas kehidupan di tempat lainnya. Umumnya rutinitas kehidupan di perkebunan kelapa sawit di mulai sebelum matahari terbit. Ritme pekerjaan di perkebunan kelapa sawit diawali dengan kegiatan apel pagi, yang biasanya dipimpin oleh asisten dan diikuti oleh seluruh supervisi. Pada saat apel pagi asisten memberikan beberapa pengarahan dan intruksi yang harus dilaksanakan oleh seluruh supervisi dan  pada saat apel pagi asisten kebun juga melakukan evaluasi mengenai pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya serta memberikan motivasi kepada seluruh supervisi agar selalu meningkatkan kualitas pekerjaan. Apel pagi  menjadi sebuah sarana untuk  memastikan kesiapan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Apel pagi ditutup dengan kegiatan doa bersama yang dipimpin oleh asisten, dan memohon kepada yang Maha Kuasa agar seluruh pekerja diberikan keselamatan dan kemudahan dalam melaksanakan aktifitas.

Selanjutnya setelah seluruh supervisi mengikuti kegiatan apel pagi,kemudian dilanjutkan dengan memberikan pengarahan kepada pekerja yang akan melakukan aktifitas dipagi hari. Mandor Panen mengumpulkan serta mengarahkan kepada seluruh pekerja panen untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. Sapta disiplin potong buah merupakan  tujuh ketentuan yang selalu diulang-ulang disampaikan kepada pekerja potong buah (tenaga kerja panen) . Adapun isi sapta disiplin potong buah adalah; (1)Buah Matang dipanen ,(2)Buah Mentah 0 %, (3) Brondolan dikutip semua, (4)Pelepah disusun di gawangan mati (5) buah disusun  rapi di TPH, (6) Tangkai buah  dipotong semua(7)Pencatatan administrasi secara benar dan terkini.

Selain pekerjaan panen ada juga pekerjaan yang tidak kalah pentingnya diperkebunan kelapa sawit adalah pekerjaan pemupukan. Pelaksanaan kegiatan pemupukan dengan berdasarkan 4 T yaitu : (1) tepat dosis, (2) tepat sasaran,(3) tepat waktu, (4) tepat cara. Biaya total untuk kegiatan pemupukan adalah mencapai 60 % dari total biaya operasional di perkebunan kelapa sawit. Pemupukan yang konsisten akan berdampak posistif terhadap produksi kelapa sawit, sehingga perlu diterapkan sistem yang tepat dan efisien dalam melaksanakan kegiatan pemupukan.Guna meudahkan pengawasan maka dibentuk tim pemupukan yang terdiri dari pekerja dan 1 orang pengawas utama dan 1 pengawas pembantu. Umumnya untuk  satu afdeling (divisi ) dengan luas areal perkebunan lebih dari 1000 Hektar diperlukan 20 tenaga kerja penabur pupuk ditambah seorang pengawas utama (mandor pupuk) dan seorang pengawas pembantu.

Guna menghasilkan kondisi lahan yang terpelihara dengan baik dari tumbuhan tanaman pengganggu (gulma) maka disetiap kebun atau divisi dibentuk tim pengendalian gulma dan hama penyakit. Satu tim biasanya terdiri dari 20 anggota yang dipimpin oleh seorang supervisi yang disebut sebagai sebagai mandor pemeliharaan. Kegiatan pemeliharaan tanaman terdiri dari dua jenis, yaitu pemeliharaan secara manual dan pemeliharaan secara kimia. Pemeliharaan kimia biasanya menggunakan herbisida, baik yang bersifat kontak mapun bersifat sistemik. Pada saat tanaman masih berusia muda, yaitu pada saat TBM (tanaman belum menghasilkan) pemeliharaan kimia biasanya disarankan menggunakan bahan yang bersifat kontak, sehingga ketika terkena daun sawit yang masih muda  tidak membahayakan tanaman, dan kegiatan pengendalian gulma biasanya dilakukan 3 kali dalam 1 tahun. Pemeliharaan tanaman dan pengendalian gulma sangat penting dilakukan terutama disekitar lingkaran tanaman (piringan tanaman), agar pemberian aplikasi pupuk dapat dilakukan secara tepat sasaran dan dapat diserap oleh tanaman sawit bukan diserap oleh gulma. Produktifitas suatu kebun selain dari rutinnya kegiatan pemupukan  juga ditentukan oleh kebersihan lahan dan terpeliharanya tanaman dari tanaman pengganggu (gulma).

TESTIMONI :

 LEBIH UNTUNG MENGGUNAKAN PRODUK NASA

Umur tanaman kelapa sawit milik saya sudah 9 tahun. Luas lahan kelapa sawit seluruhnya 4 hektar. Dikarenakan saya baru mengenal produk pertanian NASA Super NASA 2 botol,maka saya hanya mengaplikasikan produk pada lahan 2 hektar saja. Produk yang menggunakan POC NASA 2 botol,  dan Hormonik 2 botol yang dicamour dengan air sebanyak 225 liter.                        Untuk lahan seluas 2 hektar ini terdapat 220 pohon dengan aplikasi 225 liter air yang disiramkan pada sekitar batang ( piringan ). Maka di rata rata setiap pohon mendapat 1 liter. Tanaman kelapa sawit ini tanpa menggunakan pupuk NPK,sebagai gantinya saya menggunakanpupuk kandang dengan dosis 2 karung  (80 kg ) untuk setiap pohon dengan interval 8 bulan sekali. Sedangkan tanaman yang tidak menggunakan produk nasa tetap menggunakan NPK sesuai anjuran dari PPL pemerintah. Tanaman kelapa sawit yang menggunakan produk NASA ini kurang terawat, namun kelapa sawit tumbuh dengan bagus.

Penggunan produk NASA (dengan cara disiram) pertama kali saya aplikasikan pada 18 juni 2004 (saat kemarau panjang ) untuk setiap pohon 1 liter larutan, pengaruhnya sangat Nampak pada bulan September. Efek pemberian produk NASA terlihat pada bulan ke 3 yang ditandai dengan warna daun lebih hijau dan bermunculan buah buahnya terlihat segar, kalau sedang merah daunya tidak rontok padahal biasanya buahnya tidak cerah dan murah rontok. Banyak keuntungan yang saya dapatkan seperti : banyaknya jumlah tandan setelah menggunakan produk NASA jumlah menjadi 385 tandan padahal sebelum menggunakan produk NASA hanya 78 tandan. Susunan buah menggunakan produk NASA lebih banyak dari pada yang tidak menggunakan produk NASA. Mengenai buah yang dipanen : yang tidak gunakan produk hasilnya 1 ton. Yang menggunakan NASA hasilnya 4 ton. (periode mulai januari 2005- april 2005), yang menggunakan produk NASA secara kontinuitas  produktivitasnya lebih tinggi.          Yang tidak menggunakan produk NASA kontinuitas produksinya rendah.

Penimbangan tanaman sawit umur 9 tahun dengan menggunakan produk NASA bobotnya ± 31,5 kg, panjang buahnya mencapai ±62 cm dan panjang keliling buah 130 cm. jika dibandingkan ukuran buahnya maka yang tidak menggunakan produk NASA ( penggunaan dosis NPK sesuai anjuran PPl pemerintah) setelah ditimbang berat nya hanya 14 kg, panjang 45 cm dan diameter 90 cm. tanaman yang diberi produk NASA pelepahnya lebih empuk sehingga memudahkan pemanenan. Serangan hama dan penyakit belum ada. Kapling ( lahan ) yang menggunakan NASA hasilnya 4 ton, sedangkan kapling yang tidak digunakan NASA 1,5-2 ton. Kapling atau lahan petani lain hanya 0,3-0,5 ton hasil total panen kelapa sawit selama 4 bulan perkapling ( 2 hektar ) : yang menggunakan prosuk NASA hasilnya 16 ton ( 4 bulan ) dan yang tidak menggunakan produk NASA hasil nya 8 ton ( 4 bulan ). Tambahan keuntungan ekonomi per-4 bulan ( 2 hektar ) : hasil panen yang menggunakan produk NASA sebanyak 16 ton, sedangkan hasil panen tanpa menggunakan produk NASA sebanyak 8 ton, jadi ada selisih produksi 8 ton. Jika harga sawit RP. 500.000 / ton, maka ada tambahan keuntungan bersih RP. 3.700.000 maka gunakanlah produk pertanian NASA, sudah terbukti hasil panen kelapa sawit saya meningkat NASA memang OKEEEE…….!!!

 

pencarian dari google:

Bagikan informasi tentang indahnya Rutinitas di Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit kepada teman atau kerabat Anda.

indahnya Rutinitas di Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit | grosir pupuk organik

Belum ada komentar untuk indahnya Rutinitas di Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Temukan Kami

Visitors




Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan